PEDOMAN STANDAR LAYANAN

1. Tujuan

Pedoman Standar Layanan disusun untuk memastikan mutu serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan, sekaligus menjadi acuan standar yang diterapkan di seluruh Kantor Pelayanan Area PT Sertifikasi Instalasi Pelanggan Listrik Nusantara (SIPLN). Pedoman ini berfungsi sebagai panduan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, agar pelanggan memahami persyaratan yang perlu dipenuhi mulai dari saat pengajuan permohonan diterima hingga Sertifikat Laik Operasi diterbitkan dan diserahkan kepada pemohon.

2. Persyaratan Administrasi Permohonan SLO

  • 1. KTP Pemohon
  • 2. Alamat Pemohon
  • 3. Daya yang dibutuhkan
  • 4. Titik kordinat alamat pemohon
  • 5. No telpon pemohon
  • 6. NIDI (Nomer Induk Instalasi)

3. Alur Proses Penerbitan SLO

    Penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dilaksanakan dengan standar waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak Work Order diterima untuk permohonan melalui LSP PLN atau sejak pembayaran biaya SLO diterima untuk permohonan mandiri. Rangkaian proses terdiri atas penerimaan dan verifikasi permohonan, persiapan sertifikasi dan penugasan, pemeriksaan dan pengujian instalasi (2 Hari Kerja) penyusunan serta verifikasi LHPP, penetapan hasil, dan penerbitan SLO (1 Hari Kerja). Setiap tahapan dilaksanakan oleh PIC sesuai kewenangannya dan beberapa tahapan dapat dilaksanakan pada hari kerja yang sama untuk memastikan keseluruhan proses memenuhi standar waktu maksimal 3 (tiga) hari kerja.

  1. Proses Pendaftaran SLO
  2. Langkah awal untuk pemohon dapat mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) adalah mendaftarkan permohonan SLO. Adapun pendaftaran permohonanSLO dapat ditempuh melalui 4 jalur yakni: Pendaftaran melalui Kantor Pelayanan Area PT SIPLN; website sipln.id; Aplikasi PLN Mobile; dan Website SiUjang Gatrik





  3. Proses Setelah Pemohon Melakukan Pembayaran
  4. Proses penerbitan SLO dimulai setelah pelanggan menyelesaikan pembayaran. Selanjutnya dilakukan verifikasi permohonan, pemeriksaan dan pengujian instalasi. Tenaga Teknik (TT) didampingi Pemohon melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi sesuai SOP PT SIPLN. Jika hasil pemeriksaan dan pengujian sesuai dengan persyaratan, Tenaga Teknik menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan dan Pengujian (LHPP) lalu menyampaikannya kepada Penanggung Jawab Teknik (PJT).


    Selanjutnya, PJT melakukan verifikasi terhadap LHPP yang telah disusun. Jika tidak memenuhi persyaratan, PJT menyampaikan rekomendasi perbaikan untuk ditindaklanjuti Pemilik Instalasi; Setelah ditindaklanjuti Pemilik Instalasi, PJT akan menugaskan TT untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian ulang. Jika hasilnya dinyatakan “LAIK”, maka sertifikat SLO akan diterbitkan. Waktu maksimal penerbitan SLO adalah 3 hari kerja, terhitung sejak Work Order diterima (untuk permohonan melalui LSP PLN dan platform) atau sejak pembayaran biaya SLO diterima (untuk permohonan mandiri).

4. Harga Sertifikasi Laik Operasi

Biaya Sertifikasi Laik Operasi PT SIPLN mengacu pada Lampiran III Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Tingkat Mutu Pelayanan Dan Biaya Yang Terkait Dengan Penyaluran Tenaga Listrik Oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai berikut:

No Kapasitas Daya Besaran Biaya SLO (Rp)
1 Daya Tersambung 450 VA 40.000
2 Daya Tersambung 900 VA 60.000
3 Daya Tersambung 1.300 VA 120.000
4 Daya Tersambung 2.200 VA 135.000
5 Daya Tersambung 3.500 VA s.d. 7.700 VA 35/VA
6 Daya Tersambung 10.600 VA s.d. 23.000 VA 30/VA
7 Daya Tersambung 33.000 VA s.d. 66.000 VA 25/VA
8 Daya Tersambung 82.500 VA s.d. 197.000 VA 20/VA
9 Daya Tersambung di atas 197 kVA s.d. 1 MVA 15/VA
10 Daya Tersambung di atas 1 MVA s.d. 2 MVA 11/VA
11 Daya Tersambung di atas 2 MVA s.d. 3 MVA 9/VA
12 Daya Tersambung di atas 3 MVA s.d. 5 MVA 7/VA
13 Daya Tersambung di atas 5 MVA s.d. 12 MVA 5/VA
14 Daya Tersambung di atas 12 MVA s.d. 46 MVA 4/VA
15 Daya Tersambung di atas 46 MVA 3/VA